Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) Pusdiklat Teknis di Denpasar

  • 28 September 2018
  • Oleh: Haris Budi Santosa, S.Pd., M.Pd
  • Dibaca: 86 Pengunjung
Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) Pusdiklat Teknis di Denpasar

Langkah paling utama dan pertama dalam penyusunan rancang bangun suatu program diklat adalah kegiatan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD). Analisis kebutuhan Diklat memiliki kaitan erat dengan perencanaan Diklat. Perencanaan yang paling baik didahului dengan identifikasi kebutuhan. Kebutuhan pendidikan dan pelatihan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan yang diharapkan (sebagaimana terlihat pada misi, fungsi dan tugas) dengan pengetahuan dan kemampuan yang senyatanya dimiliki oleh pegawai. Diklat dianggap sebagai faktor penting dalam peningkatan kinerja pegawai, proses dan organisasi, sudah luas diakui. Tapi masalahnya banyak diklat yang diselenggarakan oleh suatu organisasi tidak atau kurang memenuhi kebutuhan sesungguhnya. Misalnya yang diperlukan sesungguhnya adalah pelatihan B tetapi yang dilakukan A, akibatnya investasi yang ditanamkan melalui diklat kurang dapat dilihat hasilnya. Kegiatan AKD diharapkan akan menghasilkan jenis-jenis diklat yang dibutuhkan oleh organisasi, sehingga dapat mewujudkan diklat yang tepat sasaran, tepat isi kurikulum dan tepat strategi untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan Analisis Kebutuhan Diklat, maka idealnya setiap program yang disusun dan dijabarkan dalam bentuk kegiatan merupakan perwujudan dari pemenuhan kebutuhan. Hasil yang diharapakan dari Analisis Kebutuhan Diklat akan memperjelas kaitan antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan peningkatan kinerja lembaga yang merupakan akumulasi dari kinerja para pejabat di dalam suatu organisasi, disebutkan demikian karena setiap pejabat yang dilengkapi dengan jenis-jenis diklat yang dibutuhkan, selanjutnya akan dapat melaksanakan setiap rincian tugas dalam jabatannya.

Untuk itulah guna memprogramkan diklat satu tahun depan, Pusdiklat Teknis Jakarta, Senin 24 September 2018 mengadakan analisis kebutuhan diklat ( AKD ) untuk seluruh  satuan kerja kementerian agama diseluruh Indonesia termasuk di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, termasuk dalam hal ini Balai Diklat Keagamaan Denpasar yang secara teritorial berada di wilayah propinsi Bali, yang bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali. Dalam analisis kebutuhan diklat tersebut aparatur sipil negara yang dijadikan responden/sampel adalah perwakilan dari berbagai unsur antara lain : guru, kepala madrasah baik dari madarsah ibtidaiyah ( MI ), madrasah tsanawiyah ( MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), petugas laboratorium , petugas perpustakaan, penyuluh, penghulu, Widyaiswara BDK Denpasar serta pejabat fungsional lainnya di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali. Hal menarik dalam analisis kebutuhan diklat ini, selain mengisi kuisener AKD juga dilakukan testimoni dari beberapa responden. Dalam sambutannya Kepala Bidang Penjaminan dan Pengendalian Mutu Diklat Pusdiklat Teknis Jakarta, Dr.Aep Saifudin mengatakan maksud dan tujuan diadakannya analisis kebutuhan diklat  di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, sekaligus menghimbau kepada responden agar dalam mengisi kuisener AKD, diisi dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan kebutuhan responden karena ini merupakan representasi dari aparatur sipil negara yang diwakilinya. Akhirnya kita berharap mudah-mudahan analisis kebutuhan diklat yang dilakukan oleh Pusdiklat Teknis Jakarta ini, benar-benar menjadi bahan masukan yang sahih untuk menentukan kebijakan diklat yang akan di berlakukan satu tahun kedepan sekaligus kita berharap frekwensi diklat tahun depan lebih banyak agar bisa lebih banyak lagi menjangkau aparatur sipil negara yang memang harus kita update melalui diklat

  • 28 September 2018
  • Oleh: Haris Budi Santosa, S.Pd., M.Pd
  • Dibaca: 86 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita